Kamis, 04 Desember 2014

Malawang, Dapa Copot!

JAKARTA—Surat edaran hidup sederhana yang dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) bukan hanya sekedar imbauan. Ada perangkat sanksi yang telah disiapkan bagi pada aparatur negara yang tidak menjalankannya.
“Kalau enggak mau mengikuti kaidah kelaziman ya tidak usah jadi pejabat. Tidak usah menjadi pegawai negeri. Semua (aturan) itu ada sanksinya,” kata Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi seusai sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (3/12).
Dia menambahkan, keberadaan aturan beserta sanksi tersebut adalah konsekuensi ketika seseorang menjadi pegawai negeri dan pejabat negara. “Harus dipahami kalau menjadi pegawai negeri juga menjadi pejabat itu sebuah pilihan. Aturannya, harus merakyat dan harus sederhana,” imbuh menteri asal Partai Hanura tersebut.
Yuddy memaparkan, sanksi akan mulai diberlakukan pada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan per 1 Desember lalu. Bentuknya, mulai hukuman paling ringan berupa teguran hingga pemberian mosi yang berujung pada penurunan jabatan. “Jadi, enggak langsung mosi. Sanksinya bertahap. Mudah-mudahan, cukup teguran sudah tidak diulangi lagi,” katanya.
Surat Edaran No. 13 tahun 2014 tentang gerakan hidup sederhana tersebut mulai dirilis pada 20 November 2014 lalu. Ada empat poin pesan yang menjadi titik tekan. Mulai dari aparatur negara agar membatasi diri ketika menggelar acara seremonial semacam resepsi pernikahan, tasyakuran, dan sejenisnya. Maksimal hanya boleh menyebar 400 undangan untuk maksimal kehadiran 1.000 orang.
Aparatur negara juga harus membawa diri secara patut dan empatik di lingkungan masyarakat. Atau, dengan kata lain tidak tampil bermewah-mewahan. Kemudian, ada pula agar aparat tidak menghambur-hamburkan uang untuk membeli karangan bunga untuk sekedar memberi ucapan pada atasan atau kolega pejabat pemerintahan.
Terakhir, segala bentuk publikasi advertorial yang butuh biaya tinggi dibatasi. “Bagi yang belum menjalankan 1 bulan ke belakang masih kami maklumi karena mungkin telanjut terikat dengan kontrak atau lainnya. Tapi, kedepan akan ada tindakan,” tandas Yuddy.
Sebagai bentuk keseriusan, dia mengungkapkan, kementeriannya juga telah membentuk tim khusus untuk mengawasi pelaksanaan surat edaran tersebut. Yaitu, tim deputi pengawasan reformasi birokrasi.
Menko Perekonomian Sofyan Djalil menambahkan, selain mendorong efisiensi di segala lini, pemerintah mulai tahun depan juga akan meminta PNS agar tidak hanya duduk di belakang meja. “Kami minta lebih sering turun ke lapangan. Khususnya, PNS yang terkait dengan pelayanan publik,” ujarnya.
Menurut Sofyan, pemerintah sudah bertekad melakukan reformasi birokrasi untuk memperbaiki layanan publik. Dengan turun langsung ke lapangan, PNS diharapkan bisa mengetahui permasalahan sehingga perbaikan layanan bisa segera dilaksanakan. “Intinya, kita minta semua aparat pemerintah untuk bekerja lebih keras,” katanya. (jpnn/sad)

Titik Fokus Surat Edaran Men-PAN RB No. 13 tahun 2014

- Membatasi diri ketika menggelar acara seremonial semacam resepsi pernikahan, tasyakuran, dan sejenisnya. Maksimal hanya boleh menyebar 400 undangan untuk maksimal kehadiran 1.000 orang.
- Harus membawa diri secara patut dan empatik di lingkungan masyarakat. Atau, dengan kata lain tidak tampil bermewah-mewahan.
- Tidak menghambur-hamburkan uang untuk membeli karangan bunga untuk sekedar memberi ucapan pada atasan atau kolega pejabat pemerintahan.
- Segala bentuk publikasi advertorial (media) yang butuh biaya tinggi dibatasi.

sumber : http://malutpost.co.id/2014/12/04/malawang-dapa-copot/

Putra Tidore Angkat Kisah Suanggi ke Layar Lebar




PUTRA Tidore Produksi akan mengangkat cerita melegenda dari Indonesia Timur ke layar lebar. “Suanggi”, kisah ilmu hitam yang populer itu bakal digarap menjadi film mistis, diproduseri oleh Ade Muhamad Nur.
Film tersebut nantinya berjudul sama dengan nama sebenarnya, Suanggi. “Itu kisah nyata yang sering terjadi dan dialami masyarakat di Indonesia Timur. Hingga kini, Suanggi masih dipercaya keberadaannya,” ujar Ade dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Rabu (3/12).
Ade menjelaskan, untuk mendapatkan ‘roh’ dari kisah ini, dia ingin semua bisa menyerupai aslinya. Oleh sebab itu, agar visual lebih ‘mengena’, pria yang pernah menggarap sinetron Nyong Mutiara Hitam ini memilih lokasi syuting di Indonesia Timur. “Syuting Suanggi di dua lokasi, delapan puluh persen di Tidore, Maluku Utara, sisanya di Jakarta,” katanya.
Film Suanggi akan berkutat tentang balas dendam pria miskin pada keluarga kaya yang pernah menyakiti hatinya. Dengan ilmu hitam Suanggi, satu persatu keluarga kaya itu dihabisi.  Ilmu hitam Suanggi yang dipelajari tersebut, mirip dengan ilmu santet yang ada di Jawa.  “Ritualnya beda. Ini yang membuat kami tertarik mengangkatnya ke layar lebar,” tandas Ade.
Meskipun Suanggi berlatarbelakang menyeramkan, namun Ade akan mengemasnya dalam bentuk yang berbeda. “Masih tetap kita tonjolkan unsur drama dan actionnya juga. Jadi tidak semata-mata menyuguhkan mistis atau horornya,” sambung pria kelahiran Tidore, Maluku Utara ini.
Menurut rencana, syuting Suanggi akan bergulir mulai akhir tahun ini. Siapa saja artisnya? Untuk yang satu ini, Ade masih berteka teki alias masih belum mau membocorkan rahasia dapurnya. “Kita tunggu saja, karena film ini menyangkut tradisi masyarakat Indonesia Timur, kita tak mau sembarangan merekrut bintangnya,” beber pria yang juga Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Jakarta Timur ini. (jpnn/fai)

sumber : http://malutpost.co.id/2014/12/04/putra-tidore-angkat-kisah-suanggi-ke-layar-lebar/

Selasa, 18 November 2014

Harga Ikan Masih Mahal



TERNATE – Harga ikan pada awal pekan masih tinggi. Pantauan Malut Post di Pasar Higienis Bahari Berkesan dan Pasar Bastiong, harga ikan masih sama dengan pekan lalu.
Ikan cakalang sedang dijual Rp80 ribu dan Rp100 ribu per ekor, sedangkan cakalang kecil Rp60 ribu per ekor. Ikan cakalang besar stoknya kosong. “Rata-rata harga ikan kecil naik,”aku Malik, pedagang ikan di Pasar Higienis. Sementara ikan madidihan besar ukuran 10 kilogram Rp150 ribu per ekor, madidihan sedang Rp90 ribu dan madidihan kecil Rp60 ribu per ekor.
Malik menjelaskan Ikan dolosi sebelumnya 6 ekor Rp20 ribu, kini tinggal 4 ekor dengan harga yang sama. Ikan kembung juga dijual 4 ekor Rp20 ribu, sebelumnya 6 ekor. Sedangkan ikan sorihi biasanya 6 – 7 ekor Rp20 ribu, kemarin hanya 5 ekor Rp20 ribu.(cr-07/onk).

sumber : http://malutpost.co.id/2014/11/18/harga-ikan-masih-mahal/

kapal Kebakaran, Bocah 12 Tahun Raib di Laut



TERNATE – Malam tadi sekitar pukul  21.45, pelabuhan Bastiong diwarnai kehebohan.  KM Cahaya Arafat yang sedang bersandar di Pelabuhan Bastiong, terbakar. Akibatnya Kapal penumpang yang akan bertolak menuju Kayoa, Halmahera Selatan itu habis tak bersisa.
Kapal yang pernah ditahan pihak kepolisian, karena membawa BBM ilegal ini, mengangkut 55 orang penumpangdan  5 Anak Buah Kapal (ABK). Kapal itu juga, mengangkut puluhan ton Solar, minyak tanah dan bensin serta dua unit sepeda motor dan 10 drum aspal.
Keterangan yang dihimpun koran ini dari berbagai sumber, api diduga menjalar dari kamar mesin, akibat percikan api dari mesin pompa air yang ada di kamar mesin. Agung Olimen kepada petugas KPLP mengaku, saat itu dirinya hendak mengisi solar di mesin pompa air.  Saat sedang mengisi, tiba-tiba solar tumpah dan mengenai kabel disekitar mesin hingga menimbulkan api.
Percikan api langsung membesar dan membakar ruangan kamar mesin. ”Saya mau isi solar, tiba-tiba api menyambar kabel listrik,”ungkap  Agung dihadapan petugas sembari memperlihatkan rambutnya yang ikut terbakar. Dalam hitungan menit, api melahap seluruh muatan dalam kapal.
Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun hingga berita ini diturunkan, bocah 12 tahun bernama Rasmin Talib yang juga penumpang kapal, belum ditemukan.  Bocah tersebut diduga meloncat ke kapal Makaeling yang sandar bersebelahan dengan KM. Cahaya Arafat.
Kiba, ibunda Rasmin mengaku hendak  ke Kayoa untuk menjenguk ibunya yang sakit membawa serta tiga anaknya. Namun saat insiden terjadi, Kiba hanya bisa menyelamatkan dua anak sementara Rusmin tak bisa dibawa serta. ”Saya lihat dia (Rasmin) meloncat ke kapal sebelah (KM Makaeling),”jelas wanita yang sementara berdomisili di Kelurahan Salero itu, menangis.
Beberapa muatan yang mudah terbakar seperti aspal, membuat api dengan cepat membesar. ”Saya meloncat dari jendela ke pelabuhan,”ujar Agung. Saat insiden terjadi, sebagian besar penumpang tertidur nyenyak. ”Saat itu saya tertidur karena lama menunggu kapal berangkat,” beber Kisno (23) salah satu penumpang sambil menggendong putrinya, April yang baru berusia 2 tahun. ”Suami saya meloncat lewat jendela,”cerita Emi dengan wajah pucat.
Beberapa penumpang bahkan meloncat ke laut, sebab pintu dan jendala kapal, disesaki penumpang yang berdesakan menyelamatkan diri. Sang Nahkoda, Saini Sakka (40) tahun menceritakan, saat insiden tersebut terjadi, dirinya tengah berada di Pos Polisi Pelabuhan Bastiong.
”Saya baru tahu saat ada yang berteriak kapal terbakar,”katanya. Ia kemudian langsung berusaha  mendatangi kapalnya dan menolong penumpang. ”Saya sudah pasrah, karena anak saya ada diatas kapal,”keluh Saini.
Setelah memastikan seluruh penumpang telah turun, tambang kapal langsung dilepas, kapal didorong menuju tengah laut terbawa arus.”Kalau tidak kita lepas, mungkin pelabuhan juga ikut terbakar,”ujar sejumlah buruh pelabuhan.
Kepala KPLP Pelabuhan Bastiong Ibrahim Kaufua saat dikonfirmasi mengatakan, sebelum keberangkatan, pihaknya tengah memeriksa perlengkapan dokumen barang serta alat keselamatan. “Baru selesai periksa, tiba-tiba kapal terbakar,”terang Ibrahim diruang kerjanya. Ditanya soal manifest penumpang dan barang, Ibrahim mengaku masih melakukan pemeriksaan.
Sementara Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Ternate, Affan Tabona mengatakan, barang yang diangkut kapal di Pelabuhan Bastiong harus sesuai dengan kapastitas kapal dan manifes. ”Harusnya aspal itu tidak bisa dimuat,”ujar Affan. Dua mobil pemadam kebakaran milik Pemkot, tidak bisa berbuat banyak, sebab saat tiba di lokasi, kapal terbawa arus ke tengah laut.(tr-02/one)

sumber : http://malutpost.co.id/2014/11/18/bocah-12-tahun-raib-di-laut/

Mahasiswa Ternate Tolak Kenaikan Harga BBM



TERNATE – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Study Mahasiswa Ternate (pusmat), melakukan aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Penolakan ini dilakukan dengan cara menggelar demonstrasi di Kantor Wali kota dan DPRD Kota Ternate serta di sejumlah lokasi, kemarin (17/11). Sekitar pukul 10.00 WIT, pendemo yang datang menggunakan mobil truk lengkap dengan sound system, menyambangi kantor wali kota. Mereka langsung berorasi, yang intinya menolak kenaikan harga BBM.  Mahasiswa menilai kenaikan harga BBM hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu, dan merugikan masyarakat. “Ini hanya menguntungkan mafia minyak, sedangkan rakyat bertambah sengsara,”teriak pendemo. Kenaikan harga BBM juga akan memicu kenaikan harga transportasi dan sebagainya.
Karena itu mereka menyatakan sikap menolak kebijakan Presiden dan Wapres Joko Widodo – Jusuf Kalla, dan meminta pemkot juga menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM. Jika tak ada respon, maka mereka mengancam akan  menggelar demo yang lebih besar lagi. “Kita akan libatkan masyarakat,”tegas koordinasi aksi, Rusman Z. Hasby.
Tanpa bertemu dengan petinggi di pemkot, mahasiswa melanjutkan aksinya di DPRD. Kedatangan pendemo ini bertepatan dengan kegiatan rapat konsultasi antara pemkot dan DPRD. Karena itu Ketua Komisi III, Muhajirin Bailusy, diutus pimpinan DPRD untuk bertemu mahasiswa.
Dihadapan massa, Muhajirin menuturkan kebijakan menaikan harga BBM adalah kebijakan nasional. Meskipun demikian, DPRD tetap menampung aspirasi warga, dan akan menindaklanjutinya ke DPR RI.
Dia menambahkan DPRD akan membicarakan dengan pemkot terkait berbagai hal yang berhubungan dengan kenaikan harga BBM, seperti soal tarif angkot dan sebagainya.
Usai berdialog dengan Muhajirin, pendemo langsung membubarkan diri.  Secara umum, demonstrasi berlangsung aman dan tertib.(tr-07/met/onk).

sumber : http://malutpost.co.id/2014/11/18/mahasiswa-tolak-kenaikan-harga-bbm/

Minggu, 16 November 2014

Turnamen sepakbola memperebutkan piala Sango resmi dihelat



TERNATE – Turnamen sepakbola memperebutkan piala Sango resmi dihelat, Minggu (16/11) kemarin di Lapangna Sango. Ajang tahunan bagi pemuda kelurahan Sango tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Ternate Burhan Abdurrahman.
Di ajang tersebut, telah dihadiri oleh sedikitnya 16 tim yang bukan saja berasal dari Kota Ternate, tapi juga dari luar Ternate. Dari jumlah tersebut, panitia membagi kedalam empat grup. Masing-masing pool dihuni empat tim. Di partai penyisihan tersebut, akan digulirkan dengan menggunakan sistem setengah kompetisi hingga menyisahkan dua tim yang memimpin klasemen teratas untuk lolos ke 12 besar.
“Satu grup akan diloloskan dua tim yang punya poin tertinggi pertama dan kedua untuk lolos ke 12 besar,” ungkap ketua panitia Faisal Dihir.
Faisal mengatakan, dalam sambutan pembukaan kemarin, bahwan Sango Cup merupakan even tahunan di bawah kompetisi Persiter yang dimotori oleh pemuda dan pemudi kelurahan Sango. Faisal menilai, Sango Cup sebagai turnamen persepakbolaan di kalangan bawah sangat mempunyai kewajiban untuk mengembangkan kemajuan permainan si kulit bundar itu. “Ini harus menjadi budaya di tengah masyarakat yang mencintai olahraga sepakbola,” pungkasnya.
Dia menambahkan, turnamen tersebut tidak saja sebagai ajang berkompetisi untuk mengejar prestasi sepakbola, baik para klub maupun pemain secara individual. Lebihnya lagi menurut Faisal hasil dari turnamen tahunan tersebut juga difokuskan ke pembangunan Masjid Innayah Turabbaniyah Kelurahan Sango. “Turnamen ini juga merupakan turnamen amal, diharapkan para pemain maupun supporter selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Ternate, Burhan Abdurrahman dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi kepada panitia yang sudah menjadikan Sango Cup sebagai even tahunan. Burhan yang juga sebagai ketua umum Persiter Ternate ini menilai, dengan adanya komepetisi di tingkat kelurahan seperti itu akan sangat berpotensi menemukan pemain-pemain berbakat yang bisa diproyeksikan pada kompetisi tingkat nasional.
“Melalui even ini kita bisa melihat potensi pemain untuk diproyeksikan ke tingkat nasional,” katanya.
Dia menambahkan, kedepan pemerintah mempunyai tugas penting terkait olahraga lapangan hijau itu adalah, mengupayakan penyediaan lapangan yang lebihbaik dan nyaman bagi pemain maupun penonton. “Kita akan upyakan lapangan yang ada di Ternate agar lebih baik dan bisa member kenyamanan,” ujarnya.
Sekedar informasi, pertandingan yang baru dihelat kemarin dilangsungkan dengan laga pembuka antara PS. Anaser dari kelurahan Santiong versus Aksel FC dari kelurahan Akehuda. Hasilnya dimenangkan oleh skuad kelurahan Santiong dengan skor tipis 2-1. (tr-05).

sumber : http://malutpost.co.id/2014/11/17/sango-cup-resmi-dihelat/

Save Ake Gaale Kerja Bakti Tiap Pekan



Pasca  menipisnya  sumber mata air ake Gaale  dengan  beberapa dampak yang terjadi,  saat ini kami  masyarakat Ake Gaale  melakukan beberapa langkah. Ini adalah usaha kami ingin mengembalikan  agar mata Air Ake Gaale ini kembali seperti sedia kala. Salah satunya adalah  dengan aksi  Save Ake Gaale. Aksi ini dilakukan dengan menggelar kerja bakti tiap pekan.   Seperti    yang kami lakukan  dua minggu berturut-turut   awal hingga minggu kedua  November ini. Aksi  kami Warga Sangaji ini adalah bentuk  menjawab keprihatinan kami atas kondisi sumber mata air yang dampaknya  kami rasakan saat ini.  Warga  Sangaji RW 04 bahu membahu bekerja bakti membersihkan dua mata air yang saat ini mulai kering. Misalnya dengan  membersihkan lumpur  yang mengendap dalam kali. Membersihkan jalannya air yang masih tersisa dan beberapa kerja lainnya.Seperti yang dilaksakanakan Minggu (16/11) kemarin. Warga tua muda laki-laki dan perempuan turun bekerja bakti.  Aksi  kami ini adalah   tidak berhenti sampai di sini saja, karena sudah menjadi jadwal rutin tiap minggu.

sumber : http://malutpost.co.id/2014/11/17/save-ake-gaale-kerja-bakti-tiap-pekan/