Sabtu, 06 Desember 2014

Doa dan Zikir Untuk Kesembuhan Sultan

JAKARTA–Kondisi kesehatan Sultan Ternate H  Mudaffar Sjah  tampak membaik. Namun   tokoh Malut yang juga anggota DPD  RI itu belum diizinkan kembali ke rumah. Sultan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) hingga kondisinya benar-benar pulih.
Sambil menunggu perawatan medis dari tim dokter, Kamis (4/12) malam, pihak keluarga menggelar doa dan zikir bersama di Pendopo RSPI. “Doa dan zikir bersama untuk kesembuhan OU (Sultan Ternate),  doa dipimpin Mufti Kesultanan Ternate,” ucap Juru Bicara keluarga Sultan Ternate, Zulkarnain.  Zulkarnain yang juga menantu Mudaffar itu menuturkan keluarga dan balakusu sekanokano (masyarakat adat) yang berada di Jakarta datang ke Pendopo RSPI mengikuti doa dan zikir . Dia sendiri belum bisa memastikan kapan sultan diperbolehkan pulang ke rumah. “Kami belum tahu pasti kapan Sultan keluar dari RS dan kembali ke Ternate sebab semuanya tergantung rekomendasi dokter,” ucapnya.
Jika dokter sudah memperbolehkan Ou pulang ke rumah, kata Zulkarnain, pihak keluarga akan bersama-sama Sultan langsung kembali ke Ternate. (day/fai)

sumber : http://malutpost.co.id/2014/12/06/doa-dan-zikir-untuk-kesembuhan-sultan/

Kamis, 04 Desember 2014

Tarif Baru Pelni Belum Jelas

TERNATE – Sampai saat ini, belum ada informasi berapa kenaikan tariff kapal milik PT pelni. Pengakuan ini disampaikan Kepala PT Pelni Cabang Ternate, Arief Saleh.
 “Tarif pasti naik, tapi belum ada informasi berapa persen,”kata Arief.
Sementara itu warga berharap kenaikan tarif kapal Pelni tak terlalu tinggi. “Saya minta kenaikan tarifnya jangan terlalu tinggi,”harap Ato dan Ismit, warga.  mereka berdua juga berharap kenaikan tarifnya, harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan. Antara lain dengan memperbaiki loket pelayanan di PT Pelni Ternate.(tr-06/onk).

sumber : http://malutpost.co.id/2014/12/05/tarif-baru-pelni-belum-jelas/

DPRD Dukung Pembangunan Fly Over

TERNATE – Rencana Pemprov Malut membuat fly over Ngade-Fitu, direspon positif Komisi III DPRD Kota Ternate.
Sekretaris Komisi III DPRD, Fahri Bachdar, S.T, menjelaskan sesuai rapat dengan Dinas PU Kota Ternate, mereka mendapat informasi bahwa Dinas PU Malut sedang melobi Kementerian PU agar rencana ini bisa dimasukan dalam DAK tahun depan. “Kami berharap pemprov Malut harus seriusi rencana tersebut,”harapnya.
Namun sampai hingga kini belum ada kepastian, apakah proyek ini jadi atau tidak.(met/onk).

sumber : http://malutpost.co.id/2014/12/05/dprd-dukung-pembangunan-fly-over/

Disbudpar Malut Dukung Festival Kora-kora

TERNATE–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Malut mendukung festival kora-kora yang digelar dalam rangka Hari Jadi Ternate (HJT) ke-764.
Menurut Kadis Budpar Malut, Samin Marsaoly, pihaknya sangat mendukung kegiatan seperi ini, bukan saja hanya di Ternate tetapi juga di kabupaten/kota lain. “Dukungan kami dalam bentuk promosi,”katanya.
Sementara Kadisbudpar Kota Ternate, Anas, S.Pd, M.Par, menjelaskan kegiatan ini akan dilakukan 13=14 Desember. Tema sentralnya adalah  Explore Marine Tourism dan Pentas Seni Budaya Pesisir Masyarakat Ternate. “Acara dipusatkan di jembatan residen, dan akan dimeriahkan dengan atraksi budaya,”tuturnya.(cr-07/o

sumber : http://malutpost.co.id/2014/12/05/disbudpar-malut-dukung-festival-kora-kora/

Tarif Kapal Ferry Resmi Naik

TERNATE– Tarif angkutan kapal ferry, sejak kemarin (1/12) resmi dinaikan. Kenaikannya mencapai 20 persen hingga 37 persen.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate,  Hasan Lessy, menuturkan rute antar kabupaten kota di wilayah Malut mengalami kenaikan. Sementara rute antar provinsi yakni Ternate-Bitung tidak naik. “Tarif Ternate ke Bitung tak naik. Tetap Rp120 ribu untuk penumpang dewasa, Rp80 ribu untuk anak-anak,”kata Hasan saat menggelar konferensi pers di kantornya kemarin (1/12).
Dia menjelaskan untuk rute Bastiong-Sidangoli, penumpang dewasa  naik dari Rp22 ribu naik menjadi Rp25 ribu,  anak-anak dari Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu. Untuk rute Bastiong-Rum penumpang dewasa sebelumnya Rp6.000 naik menjadi Rp8.000, sementara anak-anak dari Rp5.000 naik menjadi Rp6.000.
Menariknya pada Bastiong-Sofifi sebelumnya menggunakan satu jenis harga, kali ini ada perbedaan. Penumpang dewasa Sofifi-Ternate sebelumnya Rp19 ribu naik menjadi Rp26 ribu atau sekitar 36,8 persen. Sementara  anak-anak dari Rp 11 ribu naik menjadi 15 ribu. Untuk rute sebaliknya Sofifi-Bastiong penumpang dewasa Rp23 ribu. Sementara anak-anak Rp12 ribu. Sedangkan untuk rute Bastiong-Makian juga naik. Untuk  penumpang dewasa Rp32 ribu menjadi Rp39 ribu, anak-anak Rp30 ribu naik menjadi Rp37 ribu. Rute Tobelo-Daruba, penumpang dewasa sebelumnya Rp17 ribu naik menjadi Rp20 ribu. Sementara  anak-anak tarif sebelumnya Rp10 ribu naik menjadi Rp17 ribu.
Sementara rute Obi-Sanana tarif dewasa sebelumnya Rp102 ribu naik menjadi Rp122 ribu dan tarif anak-anak naik dari Rp67 ribu menjadi Rp80 ribu. ”Bukan hanya tarif penumpang tapi angkutan barang juga ikut naik, dan akan disosialisasikan ke semua pengguna kapal ferry. Tarif naik karena harga BBM naik,”jelas Hasan.
Sementara itu kenaikan ini sempat diprotes sopir lintas antar pulau, karena mereka mengaku diumumkan tiba-tiba. Karena itu kenaikan tarif untuk sementara diberlakukan bagi penumpang, sedangkan untuk barang/kendaraan belum diterapkan. “Untuk sementara yang naik hanya tarif penumpang, yang barang diberlakukan kemudian. Kenaikan tarif ini sudah termasuk asuransi,”pungkasnya. (cr-07/onk).

sumber : http://malutpost.co.id/2014/12/02/tarif-kapal-ferry-resmi-naik/



Disperindag Larang Penjualan Cabe Keluar Daerah

TERNATE – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate,  baru  akan bergerak setelah harga rica (cabe) khususnya rica nona, melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram.
Padahal seharusnya itu dilakukan sudah sejak lama, sebelum cabe melonjak ke kisaran tertinggi. Ditemui Malut Post kemarin (3/12), Kadis Perindag Kota Ternate, M. Arif Gani menuturkan, mereka akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah pengiriman rica ke Manado. “Ini karena stok lokal tak mencukupi sehingga harga rica naik,”kata Arif.
Informasi soal ekspor rica ke Manado sudah diketahuinya, dan dia menganggap itu permainan pedagang dengan sengaja mengrim cabe ke Manado untuk mendapat untung besar, sehingga stok harga cabe lokal berkurang dan harganya melonjak. Padahal produk cabe lokal tak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga harus didatangkan dari luar daerah. “Kami juga akan berkoordinasi untuk mencegah produk rica lokal dibawa ke luar daerah. Sebab kita juga butuh karena produksinya juga terbatas,”pungkas Arif.(cr-07/onk).

sumber : http://malutpost.co.id/2014/12/04/disperindag-larang-penjualan-cabe-keluar-daerah/

Wisman ke Malut Turun 10,53 Persen

TERNATE—Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang di Maluku Utara (Malut) dan menggunakan fasilitas akomodasi pada Oktober 2014, sebanyak 51 orang atau turun 10,53 persen dibanding September 2014 yang mencapai 57 orang.
Sementara wisatawan nusantara (wisnus) pada Oktober 2014 mencapai 8.967 orang, atau naik sebesar 0,09 persen dibanding periode September 2014 yang hanya 8.959 orang. Hal ini tergambar dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Malut, yang dikeluarkan awal bulan ini.
Dengan demikian jumlah wisman dan wisnus yang berkunjung ke Malut pada Oktober 2014 tercatat 9.018 orang atau naik 0,02 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 9.016 orang.
Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel/akomodasi rata-rata mencapai 51,04 persen, atau naik sebesar 3,73 poin bila dibandingkan TPK September 2014 yang hanya 47,31 persen.  Untuk angka rata-rata lama menginap tamu mancanegara dan nusantara adalah 3,26 hari atau naik 0,73 poin, dibanding September 2014 sebesar 2,53 hari.(cr-07/onk).

sumber : http://malutpost.co.id/2014/12/04/wisman-ke-malut-turun-1053-persen/