Sabtu, 15 November 2014
3 Gempa Besar Hantam Maluku Utara, Berpotensi Tsunami
Liputan6.com, Jakarta - 3 Gempa besar terjadi berturut-turut di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, hari ini, Sabtu (15/11/2014).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa pertama terjadi pukul 09.31.40 WIB dengan kekuatan 7,3 skala Richter. Lokasinya 1.94 Lintang Utara - 126,50 Bujur Timur dengan kedalaman 10 km.
BMKG menyatakan, peringatan tsunami meliputi Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Papua Barat.
Gempa kedua terjadi pada pukul 09.31.44 WIB, hanya selisih 4 detik, dengan kekuatan 7,3 SR dengan kedalaman 48 km. Lokasinya berada di 1,95 Lintang Utara - 126,46 Bujur Timur.
Posisinya 137 km Barat Laut Halmahera Barat, Maluku Utara; 148 km Tenggara Siautagulandang Biaro, Sulawesi Utara; 153 km Timur Laut Bitung- Sulut; 184 km Barat Laut Sofifi, Maluku Utara; dan 2.361 km Timur Laut Jakarta. Gempa ini berpotensi tsunami.
Gempa ketiga terjadi pukul 09.43.12 WIB dengan kekuatan 5 SR. Selisih 12 menit dari gempa kedua. Lokasinya 1,99 Lintang Utara - 126,52 Bujur Timur.
Gempa terjadi di 133 km Barat Laut Halmahera Barat, Maluku Utara; 151 km Tenggara Siautagulandang Biaro, Sulawesi Utara; 157 km Barat Laut Halmahera Utara, Maluku Utara; 183 km Barat Laut Sofifi, Maluku Utara; dan 2.368 km Timur Laut Jakarta dengan kedalaman 15 km. Gempa tidak berpotensi tsunami. (Sss)
sumber : http://news.liputan6.com/read/2134362/3-gempa-besar-hantam-maluku-utara-berpotensi-tsunami
Selasa, 30 September 2014
Video Musik BAMBU HITADA, (Musik Tradisional Orang Halmahera)
Klik tautan di bawah untuk nonton video Musik Yanger via youtube ...
Silahkan baca artikelnya dalam blog ini juga di posting sebelumnya.... !!
Silahkan baca artikelnya dalam blog ini juga di posting sebelumnya.... !!
Video Musik YANGER, (Orkes Tradisional Orang Halmahera)
Klik tautan di bawah untuk nonton video Musik Yanger via youtube ...
Silahkan baca artikelnya dalam blog ini juga di posting sebelumnya .... !!
Silahkan baca artikelnya dalam blog ini juga di posting sebelumnya .... !!
Sekilas Tentang “Kapita Arab” dan “Kapita Cina” Dalam Sejarah Ternate
~ Narasi oleh : Busranto Latif Doa ~
Dipastikan bahwa istilah LETNAN ARAB atau setingkat lebih tinggi yakni KAPTEN ARAB dan juga KAPTEN CINA pernah ada di dalam sejarah Kesultanan Ternate (Maluku Utara). Istilah atau sebutan “KAPTEN” ini berasal dari akar kata bahasa Portugis yakni kata “Capitão”, dan atau dari bahasa Spanyol “Capitán”. Saat Belanda datang ke Ternate, istilah ini disesuaikan
Kamis, 24 Juli 2014
Transportasi
Bandar Udara Sultan Babullah merupakan sarana transportasi udara di Kota Ternate. Beberapa maskapai penerbangan yang melayani jalur ini antara lain Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Batavia Air, Wings Air (Group Lion Air), Merpati Airlines, Express Air danTrigana Air. Penerbangan melalui kota Makassar, Manado maupun Sorong.
Kota ini juga memiliki pelabuhan laut A. Yani dengan jalur pelayaran yang dilalui kapalPelni dua kali perminggu. Dua perusahaan ekspedisi kapal angkutan adalah Mentaridan Tanto.
Transportasi darat di kota ini menggunakan angkutan penumpang dengan mobil Suzuki Carry. Sejak akhir tahun 2005 telah mulai beroperasi armada taksi milik swasta dengan jumlah armada sekitar 50 unit.
Kota Ternate
Kota Ternate adalah sebuah kota yang berada dibawah kaki gunung api Gamalama pada sebuah Pulau Ternate di Provinsi Maluku Utara,Indonesia.
Ternate menjadi satu kota otonom sejak 4 Agustus 2010, dan menjadiIbukota sementara Provinsi Maluku Utara sampai Sofifi yang menjadi ibukotanya di Pulau Halmahera siap secara infrastruktur.
Sejarah kota ini bermula dengan adanya Kesultanan Ternate yang berdiri sekitar abad ke-13 di Pulau Ternate, yang menjadikan kawasan kota ini sebagai pusat pemerintahannya.
Kornelis Matelief de Jonge pada tahun 1607 membangun sebuah benteng pada kawasan kota ini, yang dinamakan Fort Oranje dan sebelumnya bernama Malayu.
Kota Ternate merupakan kota kepulauan yang memiliki luas wilayah 547,736 km², dengan 8 pulau. Pulau Ternate, Pulau Hiri, Pulau Moti,Pulau Mayau, dan Pulau Tifure merupakan lima pulau yang berpenduduk, sedangkan terdapat tiga pulau lain seperti Pulau Maka,Pulau Mano dan Pulau Gurida merupakan pulau berukuran kecil yang tidak berpenghuni.
Kondisi topografi Kota Ternate dengan sebagian besar daerah bergunung dan berbukit, terdiri atas pulau vulkanis dan pulau karang dengan kondisi jenis tanah Rogusal ( Pulau Ternate, Pulau Hiri, dan Pulau Moti) dan Rensika (Pulau Mayau, Pulau Tifure, Pulau Maka, Pulau Mano dan Pulau Gurida). Kondisi topografi Kota Ternate juga ditandai dengan keberagaman ketinggian dan permukaan laut antara 0-700 m dpl.
Iklim Kota Ternate sangat dipengaruhi oleh iklim laut dan memiliki dua musim yang seringkali diselingi dengan dua kali masa pancaroba disetiap tahunnya.
Beberapa tempat wisata alam yang menarik, antara lain
- Benteng Tolukko
- Benteng Oranje
- Benteng Kalamata
- Benteng Kota Janji
- Benteng Kastela
- Pantai Sulamadaha
- Danau Laguna
- Danau Tolire
- Pantai Bobane Ici, Batu Angus.
- Keraton kesultanan Ternate juga berdiri kokoh di kota ini, terletak di Saleromenghadap ke arah timur berhadapan dengan pulau Halmahera.
- Masjid Al Munawwaroh Ternate Masjid di tepi laut
Pusat tempat makanan di kota ini terletak di Swering, tepat berada di lapangan di depan Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara, namun hanya beraktivitas selepas sore hingga tengah malam.
Maluku Utara memiliki berbagai makanan khas daerah antara lain popeda (sagu), ketam kenari, halua kenari, bagea serta hasil olahan ikan seperti ikan asap (ikan Fufu), gohu ikan, Ikan garu rica dan lain-lain.
Perhiasan dari daerah ini adalah mutiara laut dan batu bacan.
Minggu, 09 Juni 2013
Pemekaran Kabupaten dan Kota Di Maluku Utara
Oleh : Atep Afia Hidayat - Provinsi Maluku utara awalnya merupakan bagian dari Provinsi Maluku. Daerah yang memiliki luas 140.255 km2, sekitar 33.278 km2 di antaranya merupakan daratan (hampir sama dengan luas wilayah daratan Jawa Barat 35.222 km2 dan Jawa Tengah 32.548 km2). Daerah ini dihuni oleh penduduk sebanyak 1.038.087 jiwa (bandinglan dengan penduduk Jawa Barat yang mencapai 43.053.732 jiwa dan Jawa Tengah 32.380.687 jiwa). Mayotitas penduduk Maluku Utara beragama Islam (lebih dari 76 persen).
Propinsi Maluku Utara terus berkembang, tidak saja menyangkut dinamika sosial ekonomi masyarakatnya, namun juga penambahan daerah otonomi baru. Pemekaran kabupaten dan kota baru terus berlanjut, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan administrasi pemerintahan yang makin terjangkau. Semoga saja tujuan ideal tersebut benar-benar tercapai.
Saat ini Provinsi Maluku Utara yang resmi dibentuk tahun 1999, memiliki tujuh kabupaten dan dua kota otonomi, tersebar di 395 pulau besar dan kecil. Daerah otonomi tersebut ialah Kabupaten Halmahera Barat (dengan ibukota Jailolo), Halmahera Tengah (Weda), Halmahera Utara (Tobelo), Halmahera Selatan (Labuha), dan Halmahera Timur (Maba). Kelima Kabupaten ini menempati Pulau Halmahera yang memiliki luas 18 ribu km2. Selanjutnya Kabupaten Kepulauan Sula (Sanana) dan Kabupaten Pulau Morotai (Daruba), serta Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate.
Kota Ternate meliputi Pulau Ternate dan tujuh pulau lainnya dengan luas wilayah 547,7 km2, di mana 111,4 km2, merupakan daratan. Sedangkan jumlah penduduk sekitar 186 rubu jiwa (sensus 2010). Kota ini merupakan bekas pusat pemerintahan Kesultanan Ternate yang eksis sekitar abad 13 – 17 M. Dalam perkembangannya Ternate pernah menyandang status sebagai ibukota Provinsi Maluku Utara, yang selanjutnya dipindahkan ke Sofifi di Pulau Halmahera.
Rencana pemekaran wilayah Maluku Utara terus berlanjut, yang segera akan terwujud ialah Kabupaten Kepulauan Obi yang akan memisahkan diri dari Kabupaten Halmahera Selatan, meliputi Kecamatan Obi, Obi Barat, Obi Timur, Obi Utara dan Obi Selatan. Tahun 2013 ini segera masuk dalam usulan daerah otonomi baru (DOB), dan telah mendapat dukungan Pemkab Halmahera Selatan dan Pemprov Maluku Utara, bahkan telah mendapat kunjungan tim dari Komisi II DPR RI.
Dalam tahapan berikutnya, Sofifi yang berstatus sebagai ibukota provinsi, segera akan menyandang status kota otonom. Ada hal yang unik dari Kota Sofifi yaitu posisinya ada di Pulau Halmahera namun menjadi bagian dari Kabupaten Tidore Kepulauan. Ternyata wilayah daratan Kota Tidore meliputi Pulau Tidore dan sekitarnya (Kecamatan Tidore, Tidore Timur, Tidore Selatan dan Tidore Utara), serta Kecamatan Oba, Oba selatan, Oba Tengah dan Oba Utara di Pulau Halmahaera. Kota Sofifi akan meliputi keempat kecamatan di Pulau Halmahera tersebut.
Begitu pula dengan aspirasi yang terus berkembang mengenai pemekaran Kabupaten Galela-Loloda dan Kabupaten Kao Raya (Kao-Malifut) yang akan terpisah dari Kabupaten Halmahera Utara; Kabupaten Wasilei dari Kabupaten Halmahera Timur; dan Kabupaten Gane Raya dari Kabupaten Halmahera Selatan.
Apapun rencananya, yang terpenting ialah melalui pemekaran wilayah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan sekedar prosesi untuk bagi-bagi jabatan politik. (Atep Afia - Sumber Wikipedi.org, Eksposenews.com, Regionalinvestment.bkpm.go.id, dan berbagai sumber lainnya).
Catatan :
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)




